Jenis Makna
-Makna
konseptual adalah makna yang sesuai dengan konsepnya, makna yang bebas
dari asosiasi atau hubungan apa pun.
-Makna
generik adalah makna konseptual yang luas, umum, yang mencakup
beberapa makna konseptual yang khusus maupun umum. Contoh kata ‘sekolah’ dalam
kalimat “Sekolah kami menang”, bukan hanya gedung sekolahnya saja yang menang,
tetapi juga mencakup guru-gurunya, muridnya, dan warga sekolah lainnya. Bila
kita berkata, “Ani sekolah di Lampung”, hal ini sudah tidak dapat dikaitkan
dengan makna konseptual sekolah, tetapi sudah lebih luas yaitu Ani belajar di
gedung yang namanya sekolah dan sekolah tersebut berada di Lampung.
-Makna
spesifik adalah makna konseptual yang khusus, khas, dan sempit. Contoh
pada kalimat “Pertandingan sepak bola itu berakhir dengan kemenangan Bandung”,
yang dimaksud hanya beberapa orang yang bertanding saja, bukan seluruh penduduk
Bandung.
-Makna
asosiatif disebut juga makna kiasan. Makna asosiatif adalah makna yang
dimiliki sebuah kata berkenaan dengan adanya hubungan kata dengan keadaan di
luar bahasa. Contoh kata ‘bunglon’ berasosiasi dengan makna ‘orang yang tidak
berpendirian’, kata ‘lintah darat’ berasosiasi dengan makna ‘orang yang suka
memeras (pemeras) atau pemakan riba’.
-Makna
konotatif adalah makna yang digunakan untuk mengacu bentuk atau makna
lain yang terdapat di luar leksikalnya.
-Makna
afektif adalah makna yang muncul akibat reaksi pendengar atua pembaca
terhadap penggunaan bahasa. Contoh “datanglah ke pondok buruk kami”, gadungan
‘pondok baru kami’ mengandung makna afektif ‘merendahkan diri’.
-Makna
stilistika adalah makna yang timbul akibat pemakaian bahasa. Makna
stilistika berhubungan dengan pemakaian bahasa yang menimbulkan efek terutama
kepada pembaca. Makna stilistika lebih dirasakan di dalam karya sastra.
-Makna
kolokatif adalah makna yang berhubungan dengan penggunaan beberapa
kata di dalam lingkungan yang sama. Contoh kata-kata ikan, gurame, sayur,
tomat, minyak, bawang, telur, garam, dan cabai tentunya akan muncul di
lingkungan dapur. Contoh lain yaitu bantal, kasur, bantal guling, seprei,
boneka, selimut, dan lemari pakaian tentu akan muncul di lingkungan kamar
tidur.
-Makna
idiomatik adalah makna yang ada dalam idiom, makna yang menyimpang
dari makna konseptual dan gramatikal unsur-unsur pembentuknya. Dalam Bahasa
Indonesia ada dua macam idiom yaitu IDIOM PENUH dan IDIOM SEBAGIAN. Idiom penuh
adalah idiom yang unsur-unsurnya secara keseluruhan merupakan satu-kesatuan
dengan satu makna. Contoh “Orang tua itu membanting tulang untuk mencukupi
kebutuhan anaknya”, ungkapan ‘membanting tulang’ dalam kalimat tersebut tentu
memiliki satu kesatuan makna yaitu ‘kerja keras’. Idiom sebagian adalah idiom
yang di dalam unsur-unsurnya masih terdapat unsur yang memilikii makna
leksikal. Contoh ‘daftar hitam’ yang berarti ‘daftar yang berisi nama-nama
orang yang dicurigai atau dianggap bersalah’.
-Makna
kontekstual muncul sebagai akibat adanya hubungan antara ujaran dengan
situasi. Contoh “Saya lapar, Bu, minta nasi!” yang berarti orang tersebut
berada dalam situasi yang benar-benar lapar dan ia meminta nasi.
-Makna
gramatikal adalah makna yang muncul sebagai akibat berfungsiinya sebuah
kata dalam suatu kalimat. Contoh kata ‘mata’, secara leksikal bermakna
alat/indera yang berfungsi untuk melihat, tetapi setelah digabung dengan
kata-kata lain menjadi ‘mata pisau’, ‘mata keranjang’, ‘mata air’, ‘air mata’,
dan ‘mata duitan’ maka maknanya akan berubah menjadi makna gramatikal.
-Makna
tematikal adalah makna yang dikomunikasikan oleh pembicara/penulis
melalui urutan kata-kata, fokus pembicaraan, maupun penekanan pembicaraan.
Contoh “Aminah anak Bapak Roni meninggal dunia kemarin”, makna dari kalimat
tersebut bisa ada tiga yaitu:
(1) Aminah/anak Bapak Roni/meninggal kemarin.
(2) Aminah!/anak Bapak Roni meninggal kemarin.
(3) Aminah/anak/Bapak/Roni/meninggal kemarin.
Makna kalimat (1) adalah anak Bapak Roni yang bernama Aminah telah meninggal
kemarin, kalimat (2) berarti sebuah informasi memberi tahu Aminah bahwa anak
Bapak Roni yang entah siapa namanya telah meninggal kemarin, dan kalimat (3)
berarti ada emmpat orang yang meinggal kemarin yaitu Aminah, anak, Bapak, dan
Roni.
Berikut sedikit penjelasan
menganai aspe makna:
Aspek makna dibedakan atas
empat macam yaitu pengertian (sense), perasaan (feeling), nada (tone), dan
maksud atau tujuan (intention). Pengertian sense sama dengan tema. Perasaan
berkaitan dengan sikap pembicara terhadap apa yang sedang dibicarakan serta
bagaimana situasi pembicaraan saat itu. Nada adalah sikap pembicara terhadap
lawan bicaranya. Maksud adalah hal yang mendorong pembicara untuk mengungkapkan
satuan-satuan bahasa. Contohnya yaitu “Hari ini panas”, apabila orang yang
diajak berbicara itu menanggapinya dengan hal lain seperti meminta minum, maka
akan berbeda pula dengan maksud di penutur (hanya memberi tahu bahwa hari ini
cuacanya panas).